Tambah Beban Tambah Kualitas Diri

Pekerjaan yang melelahkan, beban dan tanggungan yang banyak, atau tekanan hidup yang tidak pernah berhenti. Semua itu pasti akan ada akhirnya. Bahkan setiap keringat yang kita keluarkan jika bekerja dan berjuang untuk keluarga, maka sama saja seperti jihad.

Beban atau masalah itu beda orang beda beban. Karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Maka jangan salahkan atas apa yang menimpa kita. Jangan iri terhadap kemapanan dan kefakiran orang lain. Karena kehidupan seseorang terlahir tak sama. Tapi apa mampu kita bersikap seperti itu. Cuek dengan urusan orang lain, tidak kepo dan ikut campur permasalah dan kebahagiaan orang lain. Apalagi senang ketika orang lain mendapat musibah dan kesusahan.

Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah. (Pramoedya Ananta Toer).

Layang-Layang

Layang-layang adalah permainan yang paling aku suka semasa kecil dulu. Selain murah, bisa juga dibuat sendiri. Jadi sesuai dengan isi kantongku. Barang atau mainan lain yang bagus itu aku tak bisa beli, karena aku tidak punya uang. Orang tuaku buat makan saja sudah syukur, bagaimana bisa membeli mainan yang amat mewah dan mahal seperti anak-anak zaman sekarang.

Layang-layang juga cocok buat saya yang hidup dikampung kecil, bermain bebas disawah, tak memandang terik dan hujan, asal hati senang tetap dihajar.

Kebahagiaan yang tak terkira, walaupun perut lapar dan tak punya uang, seharian kuat bermain layang-yang. Serasa diri ini terbang melayang bebas. Asal jangan seperti pribasaha cintanya seperti layang-layang main tarik ulur hehe. Tetapi bukan hanya itu, yang ingin aku ceritakan lewat tulisan ini. Jadi begini. Kenapa aku menyukai layang-layang?. Karena cuma layang-layang yang dapat menghibur kegalauan dan kegabutan aku. Saat itu aku males sekolah. Karena aku belum bisa baca dan menghitung apalagi menghafal materi.

Membacalah, Jika Tak Mampu Untuk Menulis

Saat ide atau gagasan untuk menulis mentok, Apa yang harus dilakukan? Tentu banyak cara, cenderung kebiasaan dari masing-masing penulis. Ada yang memang menghentikan aktivitas menulis dan mengganti kegiatan lain. Misalkan berkebun, berjalan-jalan, bersilaturahmi, membereskan rumah, gotong royong, olahraga, nonton film, mendengarkan musik, atau ngopi sambil makan pisang goreng hangat, menyalakan sebatang rokok, shalat istikharah, berwudu dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat merefleksikan dan menyegarkan otak kita.

Semua kegiatan tersebut adalah hal yang positif dan sah-sah saja. Karena memang menulis tak dapat dipaksakan jika saat mood menulis menurun. Bisa jadi kejenuhan atau kebosanan menulis butuh rehat sejenak. Atau memang butuh refreshing berhenti, menghilangkan kesuntukan karena lelah saat menulis.

Tulisan semacam ini sebetulnya sudah banyak dibahas. Halnya semacam tips atau jurus atau teknik dunia tulis menulis. Tetapi tak mengapa, itung-itung buat catatan pribadi dan untuk memotivasi diri saya sendiri. Syukur kalau bisa bermanfaat buat orang lain. Khusunya buat penulis pemula seperti saya sendiri.

Nyatakan Cintamu,Jangan Suka Memendam Rasa

Apa yang sedang engkau rasakan saat ini? Benarkah engkau sedang memendam rasa cinta atau sayang pada seseorang. Jika iya, lalu mengapa engkau tak berupaya untuk mendapatkannya. Mendapatkan seperti yang kau inginkan.

Sebelum berlanjut, tanyakanlah pada dirimu. Tuluskah rasamu untuknya. Pertanyaan itu harus segera kau jawab karena kau akan mendapat hal sesuai dengan niatmu. Seseorang yang tulus akan berbeda dengan orang yang iseng atau hanya menjadi pengisi kekosongannya saja. Atau bahkan menjadi bahan taruhan bagi sebuah kelompok atau inidividu lain.

Langkah awal saat bertemu setidaknya kau harus bersikap sopan padanya, menghargainya dan mendengarkan apa yag ia katakana serta diselingin dengan memujinya tanpa berlebihan. Saat melihat dia sibuk, katakan padanya “apa yang bisa saya bantu” jika ia menolak tawaranmu perhatikan sejenak apa saja yang ia butuhkan dan kerjakan. Jika kau sudah paham segera saja kau ambil tindakan untuk membantu atau meringankan segala kesibukan atau tugas-tugasnya.

Ketika Kita Marah

Sahabat pembaca, marah dalam kamus Bahasa Indonesiaberarti sangat panas hati atau sangat tidak senang misalkan karena dihina, diperlakukan tidak spantasnya dsb. Secara psikologis Marah merupakan bentuk ekspresi emosi yang ditimbulkan oleh pengaruh lingkungan sekitar manusia, dimana biasanya orang akan menjadi terpancing emosi marahnya apabila mendapatkan stimulus-stimulus yang mengancam atau mengusik ketenangan dan kenyamanan seseorang, misalnya orang akan marah jika dia di caci maki, di hina, dipukul, atau bahkan dilecehkan oleh orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi orang sehingga orang bisa menjadi marah, yaitu kondisi fisik, kondisi psikis, dan kemungkinan lain adalah karena moralitas yang tidak baik.

Marah juga sebagai sifat buruk yang semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun hal itu jika dibiarkan akan berdampak tidak baik untuk diri kita sebagai seorang muslim. Karena dalam sebuah hadits Rasul dijelaskan,”Sesungguhnya marah itu berasal dari syetan…”.(HR Abu Dawud)

Dalam hal ini akibat marah banyak yang dirugikan bukan haya diri sendiri melainkan orang lainpun kena masalah atas kemarahan yang kita perbuat. Sering kita mendengar berita dimedia, misalkan karena marah seorang ibu tega membakar anak kandungnya sendiri atau seorang suami tega membunuh istrinya sendiri. Dengan demikian orang tersebut dikenai hukuman atau masuk buih. Lalu apa yang dia dapatkan rugikah atau untungkah. Yang pasti penyesalan yang mendalam karena telah melakukan hal yang sadis tersebut hanya karena marah. Jika kita sudah tau betapa buruknya akibat marah, maka saatnya kita tinggalkan sifat buruk itu dan buang jauh-jauh dari diri kita. Adapun langkah-langkah yang harus kita lakukan antara lain sbb:

Menjaga Cinta

Cinta itu suci, sebagaimana sudah menjadi fitrah manusia sebuah rasa yang dititipkan dari Tuhan. Satu hal yang harus di jaga keindahan dan makna cinta itu sendiri.

Selayaknya cinta banyak yang menginginkan dan mendabakannya, namun tak banyak yang dapat menjaga dan atau merawat nilai cinta yang suci itu. Setiap mengatakan cinta, manusia akan tertuju pada satu hala atau satu makhluk. Padahal pusat dari cinta itu adalah mencintai pencipta makhluk tersebut. Semua Segala aliran cinta akan bermuara cinta pada Tuhan-Nya. Karena segala yang manusia cintai itu berasal dari sang Penciptanya.

Namun kesalahan manusia itu adalah tertukar antara cinta dan nafsu. Ketika cinta dikuasai oleh nafsu. Disitulah nilai cinta tak lagi suci karena terkotori oleh nafsu tersebut.

Cinta adalah pendorong seseorang untuk tetap semangat. Tetapi mengapa banyak manusia yang lemah dan putus asa karena cinta. Karena cinta yang tak sepadan karena hakikat mencintai tanpa melibatkan Tuhannya. Manusia terus sibuk dan terlena oleh nafsunya. Sampai sampai tak tersadar cintanya akan membawa kesesatan dan kekecewaan bila memuja nafsunya tanpa mengembalikan fitrah cinta itu sendiri. yang disebut menjaga cinta. Tetap menjaga cinta agar tak lolos dari hakekat cinta sebenarnya.

Citra Laki-laki & Wanita

Pada awal mula Nabi Adam AS. diciptakan sendiri, namun kesendiriannya itu membuatnya kesepian. Nah Adam pun memohon kepada Tuhan agar diciptakan teman hidup yakni wanita (siti hawa). Dari situlah Adam dan Hawa memiliki banyak keterurunan kita pun lahir kedunia ini berkat ada Nabi Adam dan Siti Hawa.

Laki-laki dan wanita memang secara fisik berbeda, namun pada hakikatnya adalah sama-sama manusia ciptaan Allah yang saling membutuhkan. Keduanya mempunyai keistimewaan dan kelemahan masing-masing. Allah memberikan derajat yang tinggi pada laki-laki, namun Allah  juga meposisikan derajat yang tinggi pula pada wanita.

Sebagaimana kita ketahui bersama lewat pesan-pesan Rasulullah saw mengenai  hal tersebut. Wanita bisa anggap sebagai madrasah pertama keluarga, namun laki-laki juga dinobatkan sebagai seorang pemimpin. Wanita disebut sebagai menejer rumah tangga dan anak-anak, namun laki-laki juga sebagai pahlawan yang setiap hari bekerja untuk mencari nafkah.

Wanita sebagai kunci surga khususnya bagi seorang ibu, karena Rasulullah pernah mengatakan bahwa surga berada ditelapak kaki ibu, namun seorang laki-laki pun amat mulia karena andaikan manusia boleh bersujud kepada manusia maka seorang istri hendaknya bersujud pada suami. Hal tersebut mengambarkan betapa berharganya seorang laki-laki dengan segala beban dan tanggungjawabnya terhadap keluarga.

Istana Cinta

Suatu malam aku bermimpi melihat wajahmu namun tak tau sedikitpun siapa namamu. Aku juga selalu berdoa disetiap sujud malamku. Tuk memohon petunjuk tuk didekatkan jodoh dan permudahkan segala urusan.

Dua tahun lalu kita tak saling mengenal namun mengapa dipersatukan. Meski tak ada doa yang terkait dengan namamu namun mengapa kau yang ditemukan dan didekatkan untuk menjadi makmumku.

Banyak hati namun silih berganti mencari tempat untuk berlabuh yang abadi. Banyak cinta dan rasa yang dihimpun namun hilang begitu saja seperti debu yang dihempas angin maupun ombak.

Mungkin tujuan bukan pilihan melainkan hati dan ketulusan yang menitikkan untuk menemukan cinta yang hakiki. Pun manusia hanya berkeinginan dan berusaha tapi ada yang lebih tahu jawaban doa dan akhir yang terbaik untuk hamba-Nya.

Karena sebagaimana rizekeki, jodoh, dan maut bagai tamu tak diundang yang datang tanpa diduga.

Sementara aku mengira dengan si ini si itu bahagia. Namun semua itu hanya kamuflase. Seperti cangkir emas yang berisi air cuka. Hanya melihat dengan mata. Padahal jelas meski gelas biasa tapi berisi madu. Itulah penglihatan manusia jika melihat seseorang dengan hati. Bukan dengan akal dan nafsunya. Yang melihat indah dari luarnya saja.

Guru Kreatif

Menjadi guru adalah pekerjaan mulia, menjadi guru adalah pekerjaan yang penuh fariatif, menjadi guru adalah hal yang membahagiakan. Selain tugas mengajar adalah mendidik. Untuk mencapai target pembelajaran setidaknya setiap siswa memahami dan dapat menangkap setiap materi yang disampaikan oleh guru. Tentu menjadi guru yang disenangi adalah harapan oleh setiap guru.

Namun dalam faktanya tak semua guru dapat menyampaikan materi secara kreatif atau tak semua siswa dapat menyerap setiap guru menyampaikan materi yang diajarkan. Oleh karenanya banyak faktor agar materi bisa diserap secara efektif dan efisien. Sebelum beranjak pada materi kita berbica bagaimana cara menjadi guru yang disukai siswa, Karena hal itu menjadi salah satu kunci agar siswa juga menyukai pelajaran yang kita ampuh. Bisa jadi misalnya siswa tidak suka dengan pelajarannya tetapi siswa menyukai atau menjadi guru favorit para siswa. jadi setidaknya siswa sudah semangat dan senang ketika si guru itu masuk dalam kelas. Artinya meskipun pelajarannya susah ditangkap dan dicerna siswa, itu bukan tugas guru, tetapi menjadi guru dengan usaha yang terbaik itulah tugas utama guru. Seperti terus Melengkapi dan memperbaiki setiap kegagalan saat mengajar.

Keberkahan 22222

Rupanya ditahun 2022 ini ada tanggal cantik yang pada umumnya banyak momen yang diabadikan dan dikaitkan dengan 22222. yakni tanggal 22 Februari 2022. Ada yang mungkin mengambil tanggal cantik ini untuk sebuah acara sakral yakni pernikahan, kelahiran maupun acara sepesial lainnya. Yang pasti tanggal ini akan mudah diingat. Kebetulan tanggal ini juga hari kelahiran Saya, dimana di tahun ini banyak kejutan dan anugrah yang diberikan oleh Allah swt yang harus saya syukuri. Meskipun saya agak telat membuat tulisan ini, yang harusnya kemarin-kemarin diposting. Baru kali ini juga ditahun 2022 saya melanjutkan tulisan edisi nasehat pribadi part yang ke 22. rasanya terakhir menulis cukup lama sekitar lima tahun lalu atau pada tahun 2017.

Ok, Cerita ini diawali dari dua tahun lalu Pandemi mulai menyebar dan mobilisasi dibatasi termasuk acara sakral baik pernikahan mapun acara-acara penting lainnya dilarang oleh Pemerintah. Tetapi untungnya dua tahun lalu tepatnya tanggal 05 maret 2020 acara pernikahan saya masih bisa terlaksana meskipun beberapa minggu kemudian ada larangan untuk menghindari kerumunan.

Dari batu surga sampai batu yang ditakuti Manusia

Pengertian batu secara umum adalah benda alam yang tersusun atas kumpulan mineral penyusun kerak bumi yang menyatu secara padat maupun yang berserakan. Pembentukan batu merupakan hasil proses alam. Di dalam batu dapat terkandung satu atau beberapa jenis mineral. Batu dapat terbentuk melalui proses kristalisasi magma, sedimentasi, maupun metamorfisme. Dari proses pembentukan tersebut, jenis batu dibedakan menjadi batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. (wikipedia). Sedangkan batu menurut kamus besar bahasa indonesia berarti benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain, tetapi bukan logam.

Dalam pembahasan kali ini saya tidak akan membahas definisi batu secara meluas akan tetapi saya hanya ingin mengambil makna filosofi dan manfaat dari sebuah batu.

Saya mulai dari istilah zaman batu. Zaman batu sampai saat ini masih dikenal, menggambarkan zaman prasejarah atau dahulu kala batu menjadi benda yang sangat penting untuk digunakan sebagai alat pemotong, atau membuat alat-alat lainnya seperti membuat senjata, karena belum mengenal teknologi atau manusia belum mengenal logam. namun sampai saat ini batu adalah salah satu material yang masih digunakan oleh manusia baik untuk alat-alat maupun bahan tertentu misalnya untuk membangun rumah, membangun jalan, membuat peralatan rumah tangga dll.

Dampak Limbah Masker dimasa Covid 19

Anjuran dan wajib memakai masker telah digelontorkan atau diumumkan sejak adanya wabah covid 19. ‘masker untuk semua’ per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Entah apa maksudnya, apakah memang masker benar-benar mencegah dan terhindarnya dari virus. Akhirnya beramai-ramai dan berbondong-bondong semua masyarakat harus dan wajib mentaati peraturan pemerintah dari salah satu protokol kesehatan tersebut.

Manfaat

Masker memang melindungi diri dari debu dan bagi orang yang sedang pilek batuk, bersin dan gejala lainnya juga menjaga agar tidak menular dan tertular ke orang dan dari orang lain yang berdekatan. Beberapa jenis masker diantaranya ada masker bedah, masker N95, dan yang tak jarang kita lihat adalah masker kain.

Istilah masker sekali pakai inilah yang tanpa kita sadari menimbulkan banyak limbah sampah bekas masker. Karena masker medis harusnya hanya untuk tenaga medis yang ada digarda terdepan dalam menangani pasien covid. Akhrinya bila tak dikelola atau ditangani dengan baik justru dalam langkah pencegahan ini menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Karena masker bedah (medis) atau masker sekali pakai itu terdapat beberapa lapisan diantaranya Masker medis atau masker sekali pakai utamanya terbuat dari polipropilen alias salah satu jenis plastik. Selain praktis, masker yang terdiri dari tiga lapisan ini menjadi pilihan banyak orang karena memiliki penyaring bakteri dan memiliki kemampuan meloloskan udara yang lebih baik.

Menulis Berarti Menumbuhkan Kecerdasan

Menulis adalah upaya menggambarkan tentang pikiran, ide, perasaan dalam bentuk simbol.(Hargrove dan Pottet) Simbol yang dimaksud disini adalah simbol system bahasa penulisan. Bahasa tulisan inilah yang digadang-gadang sebagai media sarana komunikasi (1998:239). sedangkan pengertian Menulis Menurut KKBI menulis itu seperti halnya penulis menulis surat. Saat menulis surat. Secara tidak langsung kita akan menuangkan maksud, gagasan, opini dan ide kita ke dalam rangkaian kalimat.

Menulis tidaklah seperti mudahnya berbicara, berdiskusi ataupun penyampaian pesan lainnya melalui kata yang terucap. menulis gampang-gampang susah, maka dari itu tak semua orang bisa membuat ide dan gagasannya menjadi bentuk tulisan atau sebuah buku. karena semua itu butuh kecerdasan berpikir dan latihan yang secara continu.

Setiap penulis pasti memiliki latar belakang yang berbeda, dari segi pendidikan, kehidupan sosial, budaya dan aspek lainnya. sehingga gaya penulisannya akan objektif dan berspektif sesuai keahlian dan bidangnya. namun dengan menulis jadilah persatuan yang bernama penulis. dari penulis profesional sampai penulis biasa seperti saya. Adapun gelar, pangkat atau pencapaian akademik lainnya tidak terlalu berpengaruh. karena yang dilihat isi atau konteks tulisannya yang bagus, relevan, singkat, padat, jelas, bermanfaat serta mencerahkan. atau bahasa lainnya disebut sangat baik dan efektif.

Perjuangan dan Kehidupan Sederhana di Suku Baduy Lebak Banten       

Siapa yang pernah dengar kata badui? siapa barang kali diantara kita yang sudah pernah kesana? atau hanya lihat dan dengar dari medsos, atau via televisi serta youtube?. Beberapa tahun lalu sebelum masa pandemi datang, kali pertama saya ketempat yang katanya lokasi wisata alam dan kearifan lokal. dulu saya hanya katanya-katanya dan mendengar dan melihat dari beberapa cerita dan tayangan melalui media baik televisi maupun mendsos atau youtube. dan pada Minggu, 16 Januari 2022 saya berkunjung kembali bersama teman-teman dari keluarga besar smkn1 puloampel serang banten.

Mungkin tulisan ini menjadi saksi atas perjalanan observasi dan pengamatan  serta sebagai pendidikan untuk kita semua. yang pastinya sudah banyak dan sering kita dengar dari penjelasan dan tayangan yang sudah-sudah. namun akan saya tulis kembali bebarapa momen yang saya lihat disana.

Pertama, ingin saya jelaskan dulu bahwa orang baduy terbagi dua yaitu baduy dalam dan baduy luar. sayangnya saya hanya bisa melihat baduy luar padahal sangat penasaran apa saja yang ada pada baduy dalam. namun meskipun demikian saya tetap bersyukur bisa melihat-lihat yang ada di baduy luar.

Mengapa Buku itu tidak Pernah Basi?

Ini dia salah satu dari seribu satu kelebihan buku, yakni buku itu tak  pernah basi. tak ada yang namanya buku lama bila buku itu belum pernah kita baca. Dilihat dari tahun terbintya sejauh atau selama apapun tetap punya rasa atau pengetahuan baru. Sayangnya dimasa kini buku menjadi nomor keberapa itu dibandingkan dengan Handphone  atau gatget lainnya yang lebih praktis dan instan. Memunculkan minat baca buku memang tidak mudah. Apalagi sekarang zaman serba gadget yang membuat mayoritas dari kita banyak meninggalkan buku. Media sosial sepertinya lebih asyik daripada harus membaca buku.

Padahal buku seharusnya menjadi sumber nomor satu yang lebih penting dan memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa.

Buku itu lebih jelas bisa dijadikan referensi atau rujukan dan sebagai bahan pengetahuan yang relevan, dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan isinya. karen terdaftar dan penulisnya atau pengarangnya jelas. ditulis oleh orang yang memiliki keahlian atau bidangnya masing-masing. baik buku fiksi maupun non fiksi.

Edukasi Yang Salah Tentang Membuang Sampah

Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah pertayaan, pertama, kapan kita terakhir kali membuah sampah disungai, kedua, kemanakah kita setiap membuang sampah, ketiga, bagaimana seharusnya kita mengelola sampah, baik sampah organik maupun anorganik.

baiklah kita mulai dari pertanyaan pertama dan kedua, disini penulis adalah orang yang berada disalah satu kampung daerah serang banten tepatnya di kecamatan puloampel, disini yang saya tau sejak lahir bahwa belum pernah adanya sosialisasi dan edukasi bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan benar, bahkan mungkin diperkampungan tidak ada yang namanya Tempat pembuangan Sampah (TPS) bilapun ada mungkin bisa dihitung baru hitungan bulan atau tahun dan itupun tak semua desa tersedia (TPS).

Lalau pertayaannya kemanakah warga atau masyarakat membuang sampahnya?, ya mohon maaf bila jawabannya mengecewakan yaitu kita biasa membuang sampah disungai atau kali kecil yang ada diperkampungan. karena sedari kecil, orang tua mendidik anak-anaknya untuk membuang sampah disungai atau got-got yang ada disekitar rumah sehingga tanpa disadari itu menjadi turun temurun sampai saat ini. sebenarnya orang didesa paham mana sampah yang bernilai uang dan tidak, tetapi justru sampah yang kurang bernilai tersebut yang sembarang dibuang.

Apakah Hp Sebagai

Prioritas Hidupmu?

Dunia teknologi semakin kesini semakin canggih. Dimana saat ini segalanya dipermudah, serba cepat dan intens. Dan perkembangan tersebut cenderung bagaimana cara kita menyikapinya. Baik berefek negatif maupun positif dalam kehidupan kita. Misalnya saja hampir semua orang Indonesia dan di negara lain pasti memilki, memakai handphone dan menggunakan jaringan internet atau sering online.

Bahkan saat ini Hp menjadi barang berharga dan menjadi tren atau gaya hidup yang tak terhindarkan.

Baik dari usia kanak-kanak sampai orang dewasa dan orang tua menjadi pemakai aktif. Saat ini sepertinya bukan hanya menjadi trend tetapi sudah menjadi kebutuhan. Semua itu harus dilengkapi dengan paket internetnet atau data. Dulu Hp itu harus diisi pulsa agar dapat menelpon atau SMS, tetapi dengan perkembangan teknologi untuk dapat berselancar di internet atau bisa online harus punya data atau kuota terlebih untuk membuka atau menjalankan aplikasi android.

Meski semua itu adalah untuk mempermudah urusan dan pekerjaan kita. Itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Entah dari segi harga hp maupun paket data internet. Dan intinya adanya pengeluaran atau anggaran tak terduga. Dibandingkan dulu belum ada hp atau internet tak ada kost atau pengeluaran untuk kebutuhan bayar kuota tiap bulannya. Karena dunia bagaikan kiamat bila tak punya kuota atau tak main hp.

Tentang Dirimu

Tentang itu mengenai sesuatu hal yang perlu diperdalam dan diketahui serta dipahami. Sedangkan dirimu disini adalah tentang diri sendiri bukan ditunjukan pada orang lain atau tentang hal yang selain dirimu.

Mari kita berbicara tentang dirimu sendiri. Siapapun dirimu. yang pasti kamu lebih tau semua tentang dirimu. Baik mengenai aib, dosa dan amal apapun. Tujuan, pikiran dan hati. Baik dari hal terkecil maupun sampai terbesar. Semua hanya kamu yang lebih mengetahui dan memahami.

Saat ini seperti apa orang lain mengenalmu. Dirimu tetaplah dirimu. Yang orang lain tak pernah mengetahui isi dalam pikiran dan hatimu. Bagaimanapun apa yang kau katakan dan perbuat tetap kamu memiliki rahasia-rahasia yang tak mungkin orang lain ketahui.

Bilamana dirimu saat sendiri dan merenung. Maka disitulah kamu akan merasa sedih, akan menghinakan, akan membanggakan dan macam-macam. Dimana saat itu terjadi diskusi, ajakan, bisikan, rayuan, pujian, penyesalan, dendam, amarah dan pembicaraan dari hati dan pikiranmu seorang. Entah bisikan untuk kebaikan maupun kejahatan.

Seandainya Aku Adalah Penulis Hebat

Membaca dan menulis adalah kegiatan yang amat penting. Sejak usia dini, kita mungkin pernah belajar dan diajarkan tentang huruf abjad, a,b,c, d dan seterusnya atau juga diajarkan tentang nomor 1,2,3 dan seterusnya. Baik oleh orang tua maupun guru kita di sekolah. Dulu saat kita masih kecil, tak perlu memahami atau harus mengerti karena memang sebatas itu yakni dapat membaca dan menulis saja sudah menjadi kebanggaan.

Terlebih kita akan mengerutkan kening saat mendengar jika ada yang masih buta huruf.Tetapi ketika telah dewasa, kita akan dituntut untuk memahami atau mengerti setiap apa yang kita tulis dan dibaca. Entah hanya mencari wawasan pengetahuan atau sedang mencari referensi mengerjakan tugas kuliah, atau membuat makalah. Berbicara tentang membaca dan menulis tak jauh dari pengembangan berbahasa dan mengenal angka.

Berarti hal demikian termasuk kegiatan literasi. Beberapa langkah telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun suadaya masyarakat bahkan gerakan literasi dari perorangan. Namun kadang upaya yang dilakukan kurang mengena sasaran dan jauh dari harapan. Misalnya bagaimana sirkulasi dan pengembangan perpustakaan baik yang ada disekolah di pemerintahan atau di Taman Baca Masyarakat (TBM).

Senja Di Taman Kota

Delman kendaraan jadul itu masih berjejer dipinggir jalan trotoar dekat tepi taman kota. Mungkin sejak beberapa jam lalu saya tak begitu persis tahu karena saat saya datang selepas ashar sudah berjejer.

Sekedar menanti penumpang tak tau kuda penarik delman itu berdiri. Walaupun belum ada pelanggan atau yang memakai jasanya tetap kuda-kuda itu bersabar menanti sehabis senja hingga jelang magrib pun.
Saya sedikit merenung mengapa kuda itu masih dipakai untuk menarik delman atau mengangkut barang atau orang semisalnya.

Apakah memang dia tidak berhak untuk hidup bebas tanpa harus terbebani untuk bekerja melayani tuannya. Seperti topeng monyet juga yang tak dibebaskan di kebun binatang saja, bukan dibuat bekerja untuk majikannya. Entah lah bukan urusan saya. Mungkin lagi-lagi urusan mencari nafkah dan urusan perut.


Taman kota bukan sekedar untuk bermain dan berekreasi, berolahraga, namun beribu manfaat lainnya sesuai kebutuhan termasuk pembawa berkah bagi yang berdagang atau berjualan makanan dan minuman ringan, atau penjual jasa sepeda listrik, motor dan mobil-mobilan dan permainan lainnya yang menjadikan surganya mainan anak-anak.

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!