Rahasia Judul Buku Biar Menarik Pembaca

Foto bersama dengan pemateri S. Shinta dari Noura Publishing

Festival Literasi Cilegon 2026: Rahasia Naskah Diterima Penerbit Mayor Dibongkar Langsung oleh Editor Noura Publishing

Momen paling berharga hadir dalam rangkaian Festival Literasi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon dalam rangka HUT DPK ke-19. Kegiatan yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Mei 2026 ini berlangsung sangat meriah dan dipenuhi antusiasme masyarakat.

Berbagai acara menarik digelar secara gratis untuk umum, mulai dari bedah buku, talk show, pelatihan menulis, pelatihan mendongeng, senam bersama, hingga bazar literasi. Festival ini menjadi ruang berkumpulnya pegiat literasi, penulis, pembaca, hingga komunitas baca dari berbagai kalangan.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah talk show bertema “Rahasia Naskah Diterima oleh Penerbit Mayor” bersama S. Shinta selaku editor Noura Publishing dengan moderator Vieka.

Foto bersama dengan peserta talk show festival literasi

Dalam sesi tersebut, Ibu Shinta membagikan banyak wawasan penting tentang dunia penerbitan. Ia menegaskan bahwa perpustakaan, komunitas baca, dan pegiat literasi merupakan partner penting bagi penerbit. Tanpa mereka, ekosistem literasi tidak akan berkembang.

Seandainya Saya Seorang Wartawan

Refleksi Literasi dan Pendidikan

Pernah terbesit dalam pikiran saya untuk bercita-cita menjadi wartawan atau jurnalis. Namun lebih dari sekadar profesi, dunia kewartawanan bagi saya adalah ruang belajar literasi yang membentuk cara berpikir, cara membaca realitas, dan cara menulis gagasan secara bertanggung jawab. Wartawan—yang bekerja secara profesional dan independen—memiliki peran penting sebagai kontrol sosial, sekaligus pendidik publik melalui informasi yang disampaikan.

Kesadaran literasi itu tumbuh sejak saya membiasakan diri membaca koran, baik lokal maupun nasional. Koran bukan sekadar penyampai berita, melainkan media pembelajaran yang hidup. Dari sana, saya belajar membaca cepat, memilah informasi penting, memahami sudut pandang, hingga membedakan fakta dan opini. Berbeda dengan buku yang kadang menuntut konsentrasi panjang, koran justru melatih konsistensi membaca harian—sebuah kebiasaan literasi yang sederhana namun berdampak.

Melalui berbagai rubrik di koran, saya menemukan pendidikan literasi yang utuh: ada pengetahuan, hiburan, nilai, dan pembentukan nalar kritis. Halaman esai dan opini mengajarkan saya bagaimana gagasan dirangkai dengan argumentasi yang logis dan bahasa yang terukur. Sementara tulisan feature menghadirkan fakta dalam bentuk cerita yang humanis—mendidik pembaca untuk berempati dan memahami realitas sosial secara lebih dalam. Sayangnya, tidak semua media memberi ruang cukup pada jenis tulisan edukatif seperti ini.

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!