Menurutnya, banyak penulis yang berhasil membangun kedekatan emosional dengan pembaca melalui komunitas. Dari sana tercipta hubungan yang kuat, bahkan tidak sedikit pembaca yang menantikan karya berikutnya atau kelanjutan dari buku sebelumnya.
Selain membahas dunia penerbitan, sesi ini juga mengingatkan pentingnya menghargai karya original. Ibu Shinta menegaskan bahwa buku PDF gratis ilegal maupun buku bajakan sangat merugikan banyak pihak, mulai dari penulis, penerbit, hingga ekosistem literasi itu sendiri. Bahkan, praktik buku bajakan masih ditemukan di beberapa tempat, termasuk lingkungan perpustakaan.
Pada sesi tanya jawab, muncul pertanyaan mengenai mahalnya harga buku di Indonesia. Ibu Shinta menjelaskan bahwa proses penerbitan buku memerlukan biaya besar dan perjalanan panjang, mulai dari operasional, pembelian kertas, pencetakan, pemasaran, distribusi, hingga pajak.
Ketika ditanya bagaimana cara agar penulis pemula atau penulis lokal bisa berkembang dan tidak berjalan di tempat, beliau memberikan pesan penting: penulis harus jeli melihat peluang pasar dan memahami apa yang sedang diminati pembaca.
