Selain itu, penulis juga harus pintar memilih penerbit yang sesuai dengan genre tulisannya. Sebab, tidak semua penerbit menerima jenis naskah yang sama. Ada penerbit yang fokus pada fiksi, ada pula yang lebih menerima nonfiksi.

Tak kalah penting, penulis harus mampu membuat judul buku yang relevan, unik, dan memancing rasa penasaran pembaca. Penguatan karakter tokoh, konsistensi gaya penulisan, hingga memiliki ciri khas tulisan sendiri juga menjadi poin penting agar karya mudah dikenal.
Ibu Shinta juga menyarankan agar penulis aktif mengikuti kelas menulis, bergabung dengan komunitas literasi, dan rutin menghadiri agenda-agenda literasi. Hal tersebut sangat membantu untuk mengembangkan kemampuan, memperluas relasi, sekaligus mendapatkan informasi penting seputar dunia kepenulisan dan penerbitan.
Festival Literasi Cilegon 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang belajar dan refleksi bagi siapa saja yang ingin tumbuh bersama dunia literasi Indonesia.
