Menemukan “Jodoh” dalam Dunia Literasi

Di tempat seperti itulah sering kali hubungan baik dan kesempatan baru bermula.

Ada sebuah analogi sederhana: ikan tidak hidup di langit, dan burung tidak hidup di dalam air.

Setiap makhluk memiliki lingkungan terbaiknya untuk tumbuh. Begitu pula manusia.

Konsep tentang pentingnya lingkungan juga banyak dibahas dalam buku Atomic Habits karya James Clear. Lingkungan yang tepat sering kali lebih menentukan perkembangan seseorang daripada sekadar motivasi sesaat. Ketika seseorang berada di sekitar orang-orang yang memiliki tujuan serupa, kebiasaan baik biasanya lebih mudah tumbuh.

Baik pergaulan secara langsung (offline) maupun melalui dunia digital (online), keduanya sama-sama memberi pengaruh besar terhadap perkembangan seseorang.

Hari ini, lingkungan tidak hanya dibentuk oleh orang yang kita temui secara langsung, tetapi juga oleh apa yang setiap hari kita lihat dan konsumsi di media sosial.

Jika yang sering kita ikuti adalah akun-akun tentang literasi, para penulis, pegiat baca, duta baca, ilmuwan, atau orang-orang yang aktif berbagi wawasan, perlahan cara berpikir kita pun ikut terbentuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!