Di situlah pentingnya ruang untuk saling terhubung.
Penulis membutuhkan pembaca. Pembaca membutuhkan ruang diskusi. Komunitas membutuhkan orang-orang yang mau bergerak bersama.
Lingkaran positif seperti ini sebenarnya sangat berharga, tetapi tidak selalu mudah ditemukan.
Kadang kendalanya bukan biaya. Bisa jadi soal waktu. Bisa juga soal jarak. Tidak semua orang punya kesempatan hadir di acara literasi, bergabung dengan komunitas, atau bertemu orang-orang yang satu frekuensi.
Namun bagi mereka yang benar-benar memiliki komitmen untuk bertumbuh, biasanya akan selalu ada jalan untuk mendekat pada lingkungan yang mereka butuhkan.
Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed menjelaskan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi secara individu, tetapi juga melalui interaksi, dialog, dan ruang bersama yang membuat manusia saling bertumbuh.
Memang ada orang yang memilih berjalan sendiri. Belajar secara otodidak. Berkarya dalam diam. Sebagian berhasil menghasilkan karya luar biasa.
Namun pada umumnya, seseorang berkembang lebih cepat ketika bertemu lingkungan yang mendukung.
