Menemukan “Jodoh” dalam Dunia Literasi

Apa yang setiap hari kita lihat akan lebih sering memenuhi pikiran. Apa yang berulang kali muncul di layar gawai dapat berubah menjadi kebiasaan, minat, bahkan tujuan hidup.

Ketika setiap hari yang dibuka adalah pembahasan buku, proses menulis, rekomendasi bacaan, diskusi gagasan, atau pengalaman para penulis dalam berkarya, tanpa disadari kita sedang membangun ruang belajar untuk diri sendiri.

Dalam buku Deep Work karya Cal Newport dijelaskan bahwa kemampuan untuk memberi perhatian pada hal-hal penting secara konsisten akan membantu seseorang berkembang lebih jauh dibanding hanya terus terdistraksi oleh banyak hal yang tidak relevan. Apa yang kita konsumsi setiap hari perlahan membentuk kualitas pikiran kita.

Media sosial yang sering dianggap sekadar hiburan, sebenarnya juga bisa menjadi ruang bertumbuh.

Ada satu fakta menarik dalam dunia literasi: penulis ingin menemukan pembacanya, dan pembaca juga ingin menemukan siapa penulis di balik karya yang mereka sukai.

Bahkan lebih jauh lagi, pembaca sering kali ingin menemukan orang yang bisa mendengar cerita tentang buku yang telah mereka baca. Mereka ingin berbagi sudut pandang, bertukar pemahaman, atau sekadar berdiskusi tentang satu kalimat yang membekas di hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!