Suryadi dan Matinya Lapak Koran Part 1

Siang tadi, ketika melintas di tempat yang dulu menjadi lapak koran langganan saya, langkah saya tiba-tiba terhenti.

Tidak ada lagi tumpukan koran.

Tidak ada lagi majalah yang bergantungan.

Tidak ada lagi aroma khas tinta cetak yang dulu begitu akrab.

Yang saya lihat hanyalah seorang pria duduk di emperan, sibuk memperbaiki sandal dan sepatu pelanggan.

Saya memperhatikannya dari kejauhan.

Wajahnya terasa sangat familiar.

Bukankah itu Kang Suryadi?

Saat itu saya sedang memperbaiki sandal kesayangan di tempat sebelah. Kang Suryadi tampak sibuk melayani pelanggan sehingga saya tidak sempat menyapanya. Saya hanya memandangnya beberapa saat, mencoba menyatukan ingatan masa lalu dengan kenyataan yang ada di depan mata.

Saya baru tersadar bahwa waktu ternyata telah mengubah banyak hal. Orang yang dahulu setiap pagi menjual koran dan menjadi saksi tumbuhnya kecintaan saya terhadap membaca, kini mencari nafkah dengan menjadi tukang sol sepatu dan sandal.

Bukan pekerjaannya yang membuat saya terdiam. Semua pekerjaan yang dilakukan dengan jujur adalah pekerjaan yang mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!