Suryadi dan Matinya Lapak Koran Part 2

Namun semangat untuk membangun budaya membaca tetap dapat dipelajari.

Para pendiri bangsa telah lama mengingatkan pentingnya membaca.

Soekarno pernah berkata:

“In the world of the mind, I met the great men.”

Bagi Bung Karno, membaca adalah cara berdialog dengan para pemikir besar sepanjang sejarah.

Mohammad Hatta bahkan menulis:

“Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku merasa bebas.”

Sementara Pramoedya Ananta Toer mengingatkan:

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Semua pesan itu bermuara pada satu hal: bangsa yang besar tidak mungkin lahir tanpa budaya membaca.

Saya masih berharap suatu hari nanti Suryadi tidak lagi hanya dikenal sebagai tukang sol sepatu.

Saya ingin melihatnya kembali membuka lapak kecil yang dipenuhi koran, buku, dan majalah. Saya ingin melihat orang-orang berhenti sejenak untuk membeli bacaan sebelum berangkat bekerja. Saya ingin melihat anak-anak datang mencari buku bekas, bukan sekadar mencari sinyal internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!