Suryadi dan Matinya Lapak Koran Part 2

Mungkin harapan itu terdengar terlalu romantis.

Mungkin pula terasa mustahil di tengah dunia yang semakin digital.

Namun, jika kita benar-benar ingin membangun bangsa yang berpikir, kita tidak boleh membiarkan budaya membaca mati begitu saja.

Karena ketika lapak koran milik Suryadi tutup, yang hilang bukan sekadar sebuah mata pencaharian.

Yang ikut hilang adalah satu ruang kecil tempat pengetahuan pernah bertemu dengan masyarakat.

Dan ketika ruang-ruang seperti itu satu per satu menghilang, sesungguhnya kita sedang kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar tumpukan kertas.

Kita sedang kehilangan kebiasaan membaca yang dahulu menjadi fondasi lahirnya orang-orang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
URL has been copied successfully!